Festival Budaya Mora'a

View photos

Description

Festival Budaya Moraa

Mopadungku Moraa adalah Pesta Panen Rakyat sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen.

Orang ta’a dan bare’e di Tojo Una-una menyebut padungku dengan sebutan praa atau mo raa yang berarti darah atau “mendarahi”. Istilah ini merujuk pada adat orang bare’e dan ta’a yang ketika melakukan sesuatu, mereka meminta keridhoan sang “Pue” atau Tuhan dengan memberikan darah ayam kampung hitam ke benda-benda yang akan di gunakan. Bahkan orang yang akan melakukan penanaman diolesi dengan darah terlebih dahulu. Hal ini juga dilakukan saat semua rangkaian panen telah selesai semua hasil panen biasanya akan diolesi dengan darah ayam, hal ini di percaya menjadi berkat atau braka.      

Ada satu adat yang unik ketika orang ta’a dan bare’e akan menanam padi ladang. Mereka biasanya saling mengundang mulai dari kaum muda hingga dewasa. Lalu, saat akan mulai menanam mereka akan saling mengolesi arang ke sekujur tubuh mereka terlebih dahulu. Biasanya para kaum muda akan saling kejar demi mengolesi arang ke tubuh mereka satu sama lain. Hal ini sudah menjadi adat yang turun temurun di kerjakan. Konon jika satu dari rangkaian adat di atas terlewatkan, maka hal buruk akan terjadi pada tanaman padi dan pemilik ladang. Dalam perayaan mo raa warga akan saling berkunjung dan menghidangkan makanan.

Untuk di kabupaten Tojo una-una sendiri, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan menanam padi di ladang karena prosesi adat yang panjang dan sedikit rumit. Imbasnya, mo raa atau padungku ini dirayakan bukan untuk panen padi lagi, tetapi panen-panen hasil ladang lain, seperti jagung dan kacang.

Nilai-nilai gotong-royong dan persaudaraan dalam padungku sangat terasa. Nilai ini bukan hanya diartikan sebagai persembahan syukur kepada sang “Pue” atau Tuhan yang Maha Kuasa, tetapi juga tentang nilai-nilai falsafah bangsa Indonesia pada umumnya. Bhineka Tunggal Ika menjadi pelajaran dasar dari budaya ini, semua elemen masyarakat bersatu tanpa sekat dan kasta. Bukan hanya petani, tetapi semua orang dapat merasakannya makan dalam satu “dulang” atau baki dan melupakan sejenak kepenatan hidup.

Melihat tradisi yang masih dilestarikan hingga saata ini, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan menggelar sebuah event sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya lewat kegiatan Festival. Festival Moraa yang akan di gelar pada tanggal 21 - 24 Oktober 2022 di Desa uekuli, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una. Pelaksanaan Festival Budaya Moraa juga bekolaborasi dengan Platform Budaya Indonesiana

adapun kegiatan yang ditampilkan pada Festival Budaya Moraa Tahun 2022 adalah sebagai berikut :

  1. Rangkain ceremonial
  • Ceremonial Pembukaan
  • Tari Kolosal
  • Silaturahmi kerumah masyarakat (mongkoni)
  • Ceremonial Penutupan
  1. Parade Budaya
  • Pawai Budaya
  1. Pagelaran Seni Budaya
  • Pertunjukan Seni Budaya dari 13 Kabupaten/Kota dan 12 Kecamatan se-Kabupaten Tojo Una-Una
  • Lomba Kontao
  • Lomba Kayori
  • Lomba Permainan tradisional (gasing dan motela)
  • Lomba tutur cerita rakyat
  • Lomba Cipta Lagu Daerah
  1. Pameran Budaya dan Ekraf
  2. Workshop Kebudayaan
  3. Sport Toursim
  4. Tour d’tojo

 

Form Login